Tampilkan postingan dengan label kimia SMU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kimia SMU. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Mei 2015

BILANGAN OKSIDASI KARBON (C) PADA BERBAGAI ASAM

BILANGAN OKSIDASI KARBON (C) PADA BERBAGAI ASAM 


Ivan Taniputera
27 Mei 2015


1) H2CO2 disebut Asam Karbonit

CO2 mempunyai bilangan oksidasi -2

Jadi Bilangan oksidasi C = -2+4, yakni +2

2) H2CO3 disebut Asam Karbonat

CO3 mempunyai bilangan oksidasi -2

Jadi bilangan oksidasi C = -2+6, yakni +4

3) H2CO4 disebut Asam Perkarbonat

CO4 mempunyai bilangan oksidasi -2

Jadi bilangan oksidasi C = -2+8, yakni +6

4 H2C2O4 disebut Asam Oksalat

C2O4 mempunyai bilangan oksidasi -2

Jadi bilangan oksidasi C = (-2+8):2, yakni +3


Dengan demikian, Karbon mungkin mempunyai bilangan oksidasi yang berbeda-beda.

Senin, 20 Oktober 2014

SOAL-SOAL THERMOKIMIA DAN JAWABANNYA

SOAL-SOAL THERMOKIMIA DAN JAWABANNYA

Ivan Taniputera
21 Oktober 2014


1.     Diperlukan kalor 29,40 kJ guna memanaskan100mL air. Jika kalor jenis air  adalah 4,2 g^-1C^-1, berapakah kenaikan temperatur yang akan dialami air?

Diketahui:

Volume air = 100 mL
massa jenis air = 1 kg/L
massa air = 0,1 kg = 100 g
c air = 4,2 g^-1C^-1
Q = 29400 J =

Ditanyakan: deltaT

Jawaban:

Q = m.c.deltaT
29400 J = 100 g . 4,2 g^-1C^-1. deltaT
29400 J = 420 deltaT
deltaT = 70 derajat Celcius


2. Dalam sebuah kalorimeter berlangsung reaksi eksoterm. Bila air di dalam kalorimeter mengalami kenaikan suhu sebesar 20 derajat Celcius, tentukanlah kalor rekasi zat tersebut.

Diketahui:

m air = 1 kg
deltaT = 20 derajatCelcius

Ditanyakan: Q

Jawaban:

Q = m.c. deltaT
= 1000 g. 4.2 J.g^-1 C^-1. 20 C
= 84.000 J
= 84 kJ

3. Berlangsung suatu  reaksi kimia yang  melepaskan kalor  sebesar 4,2 kj. Kalor tersebut dipergunakan untuk memanaskan 100 mL air (C air = 4,2 J.g^-1K^-1). Berapakah kenaikan suhu yang dialami air tersebut?

Diketahui:

Q = 4.2 kJ = 4.200 J.
m air = 100 g
C air = 4,2 J.g-1K-1

Ditanyakan: deltaT

Jawaban:

Q = m.c. deltaT
4.200 J = 100 g . 4,2 J.g-1K-1 . deltaT
4.200  = 4.200 deltaT

deltaT = 1 derajat C.

Selasa, 19 Agustus 2014

SOAL-SOAL KIMIA HIDROKARBON DAN JAWABANNYA

SOAL-SOAL KIMIA HIDROKARBON DAN JAWABANNYA


Ivan Taniputera
19 Agustus 2014


1. Bagaimanakah keterkaitan antara titik didih Alkana dengan jumlah rantai cabangnya?

Jawab:

Semakin sedikit jumlah rantai cabang, maka akan semakin tinggi titik didihnya.

2. Urutkan senyawa-senyawa di bawah ini berdasarkan kenaikan titik didihnya.

a. heptana
b. 3 metil heksena
c. 2-3 dimetil pentuna

Jawab:

Ketentuannya adalah sebagai berikut:

1. Semakin tinggi MR maka akan semakin tinggi titik didihnya.

2. Semakin sedikit jumlah rantai cabangnya maka semakin tinggi titik didihnya.

Heptana mempunyai rumus C7H16
3 Metil Heksena rumus C7H14
2-3 dimetil Pentuna mempunyai rumus C7H12

Jumlah atom semakin banyak, maka MRnya juga semakin tinggi.

Jadi urutan kenaikan titik didih adalah:

2-3 dimetil Pentuna
3 Metil Heksena
Heptana

3. Mengapa titik didih pentana lebih tinggi dibandingkan 2-2 dimetil propana?

Jawab:

Semakin sedikit jumlah rantai cabang maka semakin tinggi titik didihnya.

Pentana dan 2-2 dimetil propana mempunyai MR yang sama, namun pentana tidak mempunyai rantai cabang, sedangkan 2-2 dimetil propana mempunyai 2 rantai cabang. Karena  jumlah rantai cabang pentana lebih sedikit, maka titik didihnya juga akan lebih tinggi.

4. Gambarlah grafik batang antara jumlah rantai cabang berbanding titik didih senyawa-senyawa alkana dengan MR sama namun berlainan strukturnya.

Jawab:




5. Di manakah di antara senyawa-senyawa hidrokarbon berikut ini yang mempunyai titik didih paling rendah?

a. n pentana
b. n pentuna
c. n heksana
d. isopentana
e. isobutana

Jawab:

Tuliskan dulu rumus kimia dan MR masing-masing:

n pentana C5H12 (MR = 72)
n pentuna C5H8 (MR = 68)
n heksana C6H14 (MR = 86)
isopentana C5H12 = 2 metil butana (MR =72)
isobutana = metilpropana C4H10 (MR = 58)

Titik didih terendah jika MR paling rendah, yakni isobutana.


ISOMER-ISOMER CH3CH-CH(CH2)3CH3

ISOMER-ISOMER CH3CH-CH(CH2)3CH3


Ivan Taniputera
14 Agustus


CH3CH=CH(CH2)3CH3



CH3-CH=CH-CH2-CH2-CH2-CH3

Disebut: 2 Heptena.

Isomer-isomernya adalah:

(1)

CH3-CH-CH=CH-CH2-CH2-CH3

3 Heptena

(2)

CH=CH-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3

1 Heptena

(3)

        CH3
          |         
CH3-C=CH-CH2-CH2-CH3

2 Metil 2 Heksena

(4)

               CH3
                 |         
CH3-CH=C-CH2-CH2-CH3

3 Metil 2 Heksena

(5)


                       CH3
                         |         
CH3-CH=CH-CH-CH2-CH3

4 Metil 2 Heksena


(6)


                               CH3
                                  |         
CH3-CH=CH-CH2-CH-CH3


5 Metil 2 Heksena

(7)

       CH3
          |         
CH3-C=C-CH2-CH3
               |
            CH3      

2,3 dimetil 2 Pentena

(8) 

                CH3
                    |         
CH3-C=C-CH-CH3
               |
            CH3 

3,4 dimetil 2 Pentena


(9)

                CH3
                   |         
CH3-C=C-C-CH3
                   |
                CH3 

4,4 dimetil 2 Pentena


(10)

        CH3
           |         
CH3-CH-CH=CH-CH2-CH3

2 metil 3 Heksena

(11)

               CH3
                |         
CH3-CH-C=CH-CH2-CH3

3 metil 3 Heksena